Guide

Dell PowerEdge vs HPE ProLiant vs Lenovo ThinkSystem

Tim KUM 7 menit baca Guide

Dell PowerEdge vs HPE ProLiant vs Lenovo ThinkSystem

Dell PowerEdge, HPE ProLiant, dan Lenovo ThinkSystem sama-sama server kelas enterprise dengan pilihan tower dan rack, remote management bawaan, dan program support berjenjang. Perbedaannya ada pada nama seri, konsol manajemen, model lisensi, dan layanan yang tersedia di lokasi Anda. Artikel ini membandingkan ketiganya secara berimbang dan ditutup dengan panduan memilih sesuai situasi.

Cara membaca nama seri: tower, rack, dan generasi

Ketiga vendor memakai huruf di depan nama model untuk menandai bentuk server. Ini membantu saat membaca penawaran atau mencari dokumentasi.

  • Dell PowerEdge: R untuk rack, T untuk tower. Dell juga punya seri C (compute-optimized dan modular), M/MX (modular atau blade), XE (beban kerja berat seperti AI), dan XR (server tahan lingkungan ekstrem). Daftar lengkap ada di artikel PowerEdge: Servers by generation.
  • HPE ProLiant: DL untuk server rack (misalnya DL360 dan DL380), ML untuk tower (misalnya ML350 Gen12, tower dua socket yang bisa dipasang di rak).
  • Lenovo ThinkSystem: SR untuk rack (misalnya SR630 V4 dan SR650 V4), ST untuk tower (misalnya ST650 V3, tower 4U).

Generasi juga ditulis berbeda. Dell memakai angka generasi (17G untuk R470, R570, R670, R770, serta model AMD seperti R6715 dan R7715). HPE memakai akhiran “Gen”: Gen12 adalah generasi yang banyak dipakai saat ini, dan HPE mengumumkan Gen13 berbasis AMD EPYC pada Oktober 2026. Lenovo memakai akhiran “V”: V4 untuk rack terbaru berbasis Intel Xeon 6.

Satu hal yang sering terlewat: generasi terbaru biasanya hadir di seri rack lebih dulu. Per Oktober 2026, tower Dell yang tersedia masih generasi 16 (T160, T360, T560) dan tower Lenovo masih V3 (ST50 V3, ST250 V3, ST650 V3). Ini tidak masalah, tetapi perlu diketahui karena generasi menentukan versi remote management yang Anda dapat.

Matriks perbandingan Dell PowerEdge, HPE ProLiant, Lenovo ThinkSystem: seri, generasi, remote management, support
Peta cepat seri, generasi, remote management, software, dan program support ketiga vendor.

Remote management bawaan: iDRAC, iLO, dan XClarity Controller

Setiap server dari ketiga vendor punya controller khusus di motherboard yang bisa diakses lewat jaringan meski sistem operasi mati. Dari sini admin bisa menyalakan ulang server, memantau kondisi hardware, memperbarui firmware, dan membuka layar konsol dari jarak jauh. Ketiganya mendukung Redfish API untuk otomasi.

VendorController saat iniTingkat lisensi
Dell PowerEdgeiDRAC10 di generasi 17 (dibangun di atas OpenBMC); iDRAC9 di generasi 16Core, Enterprise, Datacenter. Virtual console dan virtual media mulai dari Enterprise.
HPE ProLiantiLO 7 di Gen12 (dengan secure enclave); iLO 8 di Gen13Fitur standar bawaan; fitur lanjutan seperti remote console penuh setelah OS berjalan memerlukan iLO Advanced.
Lenovo ThinkSystemXClarity Controller 3 (XCC3) di seri V4; XCC2 di seri V3Standard dan Premier. Premier diperlukan untuk remote control dan deploy OS lewat XClarity One. Lisensi Premier XCC3 bersifat permanen untuk server tersebut.

Tips: saat membandingkan penawaran, pastikan tingkat lisensi remote management tertulis jelas. Dua server dengan spesifikasi sama bisa terasa sangat berbeda bagi admin jika satu tidak punya remote console penuh.

Software untuk mengelola banyak server

Controller di atas mengelola satu server. Untuk puluhan server, tiap vendor punya konsol terpusat:

  • Dell OpenManage Enterprise: konsol yang dipasang di infrastruktur sendiri untuk discovery, pemantauan, pembaruan firmware, dan kepatuhan konfigurasi. Versi 4.7 mendukung PowerEdge generasi 17 dengan iDRAC10. Fitur tambahan tersedia lewat lisensi OME Advanced dan Advanced+.
  • HPE Compute Ops Management: platform manajemen berbasis cloud untuk ProLiant, dengan langganan per perangkat. Bagi yang sudah memakai HPE OneView, tersedia Compute Ops Management – OneView Edition yang menghubungkan appliance OneView ke konsol cloud.
  • Lenovo XClarity One: penerus XClarity Administrator, bisa dipakai berbasis cloud atau on-premise. Lenovo menghentikan pemasaran XClarity Administrator pada 30 Juni 2026 dan mendukungnya hingga 30 Juni 2027, serta menyediakan alat migrasi ke XClarity One.

Pertanyaan praktisnya: apakah kebijakan perusahaan mengizinkan data manajemen server lewat cloud? Jika tidak, pastikan konsol yang dipilih bisa berjalan on-premise.

Garansi dan program support

Ketiga vendor menjual support berjenjang. Namanya berbeda, tetapi polanya mirip: tingkat dasar untuk jam kerja, tingkat menengah 24x7, dan tingkat atas dengan layanan proaktif.

TingkatDellHPELenovo
DasarBasic Hardware SupportHPE Tech Care BasicFoundation Service (9x5, onsite hari kerja berikutnya)
MenengahProSupport for Infrastructure (24x7)HPE Tech Care EssentialEssential Service (24x7, onsite 4 jam)
AtasProSupport Plus for Infrastructure (pemeliharaan preventif)HPE Tech Care Critical; HPE Complete Care untuk layanan yang lebih luasAdvanced Service (24x7, onsite 2 jam) dan Premier Support for Data Centers sebagai tambahan

Detail SLA tertulis di dokumen layanan masing-masing dan sering bergantung pada lokasi. Contohnya, target perbaikan cepat pada ProSupport Plus for Infrastructure hanya berlaku dalam jarak tertentu dari pusat layanan Dell, dan opsi committed repair Lenovo hanya ada di wilayah tertentu. Tanyakan langsung apakah SLA yang dijanjikan berlaku untuk alamat server Anda.

Yang perlu dilihat saat memilih

Spesifikasi ketiga merek di kelas yang sama umumnya setara karena memakai prosesor Intel Xeon atau AMD EPYC yang sama. Faktor penentunya lebih sering ada di luar kotak server:

  1. Beban kerja. Tentukan aplikasi yang akan berjalan, jumlah VM, dan kebutuhan CPU, RAM, storage, atau GPU. Dari sini baru pilih model.
  2. Armada yang sudah ada. Jika tim sudah memakai iDRAC dan OpenManage, atau iLO dan OneView, menambah merek lain berarti konsol dan prosedur baru.
  3. Support dan suku cadang. Bandingkan tingkat support, masa garansi, dan ketersediaan teknisi onsite di lokasi, bukan hanya harga unit.
  4. Kompatibilitas virtualisasi. Untuk VMware, cek model server di Broadcom Compatibility Guide. Proxmox VE dan Hyper-V berjalan di server x86 standar, tetapi tetap cek dukungan controller RAID dan kartu jaringan.
Enam hal yang dicek sebelum memilih merek server: beban kerja, bentuk, storage, remote management, support, kompatibilitas
Checklist singkat sebelum meminta penawaran server.

Jika server baru akan menjadi host virtualisasi pengganti VMware, baca juga panduan migrasi VM dari VMware ESXi ke Proxmox VE. Untuk proyek yang mencakup rak, jaringan, dan ruang server sekaligus, lihat layanan Data Center & Network Design.

Pilih yang mana? Panduan per situasi

Tidak ada satu merek yang paling unggul untuk semua perusahaan. Alur berikut membantu mempersempit pilihan:

Alur memilih server: cek merek yang sudah dipakai, tower atau rack, tingkat support, lalu kompatibilitas hypervisor
Alur memilih server berdasarkan armada, ruang, dan toleransi downtime.

Dell PowerEdge

Pilihan tower dan rack yang luas, iDRAC10 dengan tiga tingkat lisensi, OpenManage Enterprise yang berjalan on-premise, dan jenjang ProSupport yang jelas.

Cocok untuk: tim yang sudah memakai iDRAC atau ingin konsol manajemen di jaringan sendiri.

HPE ProLiant

iLO 7 dengan secure enclave di Gen12, iLO 8 di Gen13, dan Compute Ops Management berbasis cloud dengan jalur dari OneView.

Cocok untuk: perusahaan dengan armada ProLiant atau yang ingin manajemen server lewat cloud.

Lenovo ThinkSystem

Seri SR V4 dengan XCC3, XClarity One yang bisa cloud atau on-premise, dan support Foundation sampai Advanced dengan tambahan Premier Support.

Cocok untuk: pengguna XClarity yang ingin satu platform untuk cloud dan on-premise.

Jika belum punya armada sama sekali, minta penawaran untuk konfigurasi yang setara dari ketiganya, lalu bandingkan total biaya beserta support selama masa pakai, bukan hanya harga unit.

Kesimpulan

Dell PowerEdge, HPE ProLiant, dan Lenovo ThinkSystem sama-sama layak untuk server perusahaan. Pilihan terbaik biasanya ditentukan oleh merek yang sudah dipakai tim, kebutuhan tower atau rack, tingkat support yang benar-benar tersedia di lokasi, dan kompatibilitas dengan hypervisor. Dell juga menjadi pilihan praktis bagi yang ingin konsol on-premise dan jenjang ProSupport yang mudah dipahami. Untuk Lenovo, KUM juga menyediakan ThinkSystem dan ThinkAgile.

FAQ

Apa beda server tower dan rack?

Server tower berdiri seperti PC dan cocok untuk kantor tanpa rak. Server rack dipasang di rak 19 inci dan cocok untuk ruang server dengan banyak perangkat. Di Dell seri T dan R, di HPE seri ML dan DL, di Lenovo seri ST dan SR.

Apa padanan iDRAC di HPE dan Lenovo?

Di HPE namanya iLO (iLO 7 di Gen12, iLO 8 di Gen13). Di Lenovo namanya XClarity Controller (XCC3 di seri V4, XCC2 di seri V3).

Apakah remote console server bisa dipakai tanpa lisensi tambahan?

Tergantung tingkat lisensi. Di iDRAC10, virtual console tersedia mulai lisensi Enterprise. Di HPE, remote console penuh setelah OS berjalan memerlukan iLO Advanced. Di Lenovo XCC3, remote control lewat XClarity One memerlukan lisensi Premier.

Apakah Lenovo XClarity Administrator masih bisa dipakai?

Ya, instalasi yang ada tetap didukung hingga 30 Juni 2027. Pemasarannya dihentikan pada 30 Juni 2026, dan Lenovo menyarankan migrasi ke XClarity One.

Tertarik dengan Dell? PT Kreasi Utama Mandiri adalah partner Dell di Indonesia.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi produk, konsultasi teknis, dan penawaran harga terbaik.

Butuh solusi IT?

Konsultasikan kebutuhan IT Anda bersama tim KUM

Dapatkan penawaran untuk lisensi software, perangkat hardware, hingga instalasi infrastruktur.