
Cisco, Huawei, dan HPE Aruba Networking sama-sama punya switch, Wi-Fi 7, SD-WAN, dan manajemen cloud maupun on-premises untuk jaringan kantor. Perbedaan utamanya ada pada platform manajemen, model lisensi, dan ketersediaan tenaga ahli. Cisco menonjol di luasnya ekosistem, Huawei menawarkan portofolio ujung ke ujung dengan lisensi perpetual, dan Aruba kuat di manajemen cloud serta lini sederhana untuk kantor kecil.
Peta produk ketiga merek
Sebelum membandingkan, samakan dulu istilahnya. Jaringan kantor umumnya terdiri dari switch kampus (access dan core), access point Wi-Fi, perangkat WAN atau SD-WAN dan firewall di tepi jaringan, plus software untuk mengelola semuanya. Ketiga merek mengisi semua lapisan itu.

Cisco
Cisco punya dua jalur yang kini makin menyatu. Catalyst (switch Catalyst 9000, Smart Switch C9350/C9550/C9610, controller 9800) biasanya dikelola on-premises dengan Cisco Catalyst Center. Meraki dikelola sepenuhnya dari cloud lewat Meraki Dashboard. Access point Wi-Fi 7 Cisco Wireless (seri CW917x) bisa bekerja di kedua mode, dan mode itu bisa diganti belakangan tanpa membeli perangkat baru. Sejumlah switch Catalyst juga bisa dikelola dari Meraki Dashboard. Untuk WAN tersedia Catalyst SD-WAN, Cisco 8000 Secure Router, Meraki MX, dan Cisco Secure Firewall.
Huawei
Huawei menyediakan switch kampus CloudEngine S (misalnya S5700 untuk akses dan S12700 untuk core), access point AirEngine termasuk Wi-Fi 7, router NetEngine AR, SD-WAN, dan firewall HiSecEngine USG. Pengelolaannya terpusat di iMaster NCE-Campus, yang bisa dipasang on-premises atau dipakai dari cloud. Untuk usaha kecil-menengah ada sub-merek HUAWEI eKit dengan produk dan aplikasi pengelolaannya sendiri.
HPE Aruba Networking
HPE Aruba Networking adalah lini jaringan HPE (Hewlett Packard Enterprise). HPE juga menuntaskan akuisisi Juniper Networks pada Juli 2025, sehingga portofolio jaringannya kini lebih luas. Lini kampusnya terdiri dari switch CX (CX 6000 hingga 6400 dan 8360, semuanya dengan AOS-CX), access point seri 730 dan 750 (Wi-Fi 7) serta 630 (Wi-Fi 6E), gateway 9000/9100/9200, dan SD-WAN EdgeConnect. Manajemennya lewat HPE Aruba Networking Central di cloud, dengan opsi Central On-Premises. Untuk kantor kecil ada HPE Networking Instant On (sebelumnya Aruba Instant On).
Platform manajemen
Bagi tim IT, platform manajemen sering lebih menentukan daripada spesifikasi perangkat, karena di sanalah pekerjaan sehari-hari dilakukan.
| Kebutuhan | Cisco | Huawei | HPE Aruba Networking |
|---|---|---|---|
| Cloud | Meraki Dashboard | iMaster NCE-Campus (cloud) | Central |
| On-premises | Catalyst Center, controller 9800 | iMaster NCE-Campus (on-premises) | Central On-Premises |
| Kantor kecil | Cisco Business Dashboard dan aplikasi Cisco Business | Aplikasi dan portal HUAWEI eKit | Aplikasi dan portal web Instant On |
Meraki Dashboard dan Aruba Central dikenal praktis untuk perusahaan dengan banyak cabang: perangkat di lokasi baru mengambil konfigurasinya dari cloud, sehingga tim pusat tidak perlu datang ke setiap cabang. Catalyst Center dan iMaster NCE-Campus on-premises cocok bagi organisasi yang ingin data manajemen tetap di dalam infrastruktur sendiri.
Model lisensi
Di sinilah perbedaan ketiga merek paling terasa dalam anggaran jangka panjang.
- Cisco berbasis langganan. Wi-Fi 7, Smart Switch, dan perangkat Meraki memakai Cisco Networking Subscription dengan tingkat Essentials atau Advantage, yang bisa dikelola di Meraki Dashboard. Switch Catalyst 9000 model klasik memakai lisensi perpetual Network Essentials/Advantage ditambah langganan Cisco DNA (Catalyst) Essentials/Advantage selama 3, 5, atau 7 tahun.
- Huawei memakai model N1: lisensi perpetual ditambah Subscription and Support (SnS) yang dibayar tahunan, dengan paket Foundation dan Advanced. Menurut dokumentasi Huawei, bila SnS tidak diperpanjang, fungsi dari lisensi yang sudah dibeli tetap bisa dipakai pada versi yang sedang berjalan. Detailnya bisa berbeda per produk, jadi pastikan tertulis di penawaran.
- HPE Aruba Networking memakai langganan Central per perangkat dengan tingkat Foundation dan Advanced, berjangka 1, 3, 5, 7, atau 10 tahun. Instant On tidak memerlukan biaya langganan maupun lisensi.
Tips: bandingkan total biaya selama 5 tahun, bukan hanya harga perangkat. Masukkan lisensi, kontrak support, dan penggantian perangkat (RMA) agar perbandingannya adil. Detail lisensi Cisco dan Meraki akan kami bahas di artikel terpisah.
Ekosistem dan ketersediaan tenaga ahli
Ketiga vendor punya jalur sertifikasi berjenjang: Cisco dengan CCNA, CCNP, dan CCIE; Huawei dengan HCIA, HCIP, dan HCIE-Datacom; HPE Aruba Networking dengan ACA, ACP, dan ACX. Pertanyaan praktisnya: seberapa mudah Anda merekrut atau melatih admin untuk merek itu, dan adakah partner yang bisa memasang serta merawat jaringan di lokasi Anda? Merek dengan tenaga ahli yang mudah dicari menurunkan risiko saat admin berganti.
Ekosistem juga berarti integrasi. Cisco memadukan jaringan dengan keamanan (Secure Firewall, ISE, Duo) dan observability (ThousandEyes). Aruba punya ClearPass dan Central NAC untuk kontrol akses. Huawei menawarkan rangkaian lengkap dari switch akses sampai router WAN, firewall, dan data center dari satu vendor.
Pilih berdasarkan situasi
Tidak ada merek yang selalu paling cocok. Gunakan situasi Anda sebagai titik awal, lalu bandingkan penawaran dan desainnya.

Cisco
Ekosistem paling luas, pilihan cloud (Meraki) atau on-premises (Catalyst), dan tenaga ahli yang mudah dicari.
Cocok untuk: perusahaan yang ingin satu ekosistem jaringan dan keamanan, dari cabang kecil hingga kampus.
Huawei
Portofolio ujung ke ujung dari satu vendor dengan lisensi perpetual plus SnS tahunan.
Cocok untuk: proyek kampus atau gedung yang ingin satu vendor untuk switch, Wi-Fi, router, dan firewall.
HPE Aruba Networking
Manajemen cloud Central yang matang dan lini Instant On tanpa biaya langganan untuk kantor kecil.
Cocok untuk: perusahaan multi-cabang dan kantor kecil yang ingin pengelolaan sederhana.
Kesimpulan
Untuk jaringan kantor, ketiga merek sama-sama layak. Pilih Cisco bila Anda menginginkan ekosistem terluas dan fleksibilitas cloud atau on-premises, Huawei bila lisensi perpetual dan satu vendor ujung ke ujung menjadi prioritas, dan HPE Aruba Networking bila manajemen cloud yang sederhana atau lini Instant On paling sesuai. Faktor yang sering menentukan justru di luar spesifikasi: kemampuan tim, partner pendukung, dan total biaya lisensi selama beberapa tahun.
FAQ
Mana yang lebih bagus, Cisco, Huawei, atau Aruba?
Tidak ada yang selalu lebih bagus. Ketiganya punya Wi-Fi 7, switch kampus, SD-WAN, dan manajemen cloud maupun on-premises. Pilihan terbaik tergantung skala kantor, kemampuan tim, dan model lisensi yang Anda inginkan.
Apakah Meraki sama dengan Cisco?
Ya. Meraki adalah lini Cisco yang dikelola penuh dari cloud lewat Meraki Dashboard. Access point Wi-Fi 7 Cisco dan sejumlah switch Catalyst kini juga bisa dikelola dari dashboard yang sama.
Apakah Aruba Instant On perlu langganan?
Tidak. Menurut HPE, Instant On (kini bernama HPE Networking Instant On) dikelola lewat aplikasi ponsel atau portal web tanpa biaya langganan maupun lisensi.
Apakah lisensi Huawei habis setelah satu tahun?
Pada model N1, lisensinya perpetual. Yang dibayar tahunan adalah SnS (Subscription and Support). Menurut dokumentasi Huawei, bila SnS tidak diperpanjang, fungsi yang sudah dibeli tetap berjalan pada versi saat itu, tetapi tanpa upgrade software. Pastikan detailnya per produk tertulis di penawaran.
Tertarik dengan Cisco Systems? PT Kreasi Utama Mandiri adalah partner Cisco Systems di Indonesia.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi produk, konsultasi teknis, dan penawaran harga terbaik.



