Guide

Mengenal LS Cable dan Jenis Produk Kabelnya

Tim KUM 7 menit baca Guide

Mengenal LS Cable dan Jenis Produk Kabelnya

LS Cable & System adalah produsen kabel asal Korea Selatan dan bagian dari LS Group. Produknya terbagi dalam empat kelompok besar: kabel energi (dari tegangan rendah sampai ekstra tinggi dan kabel bawah laut, plus bus duct), kabel telekomunikasi (fiber optik dan structured cabling LS Simple), kabel industri, serta bahan baku tembaga. Di bawah ini ringkasan tiap jenis, tempat pemakaiannya, dan hal yang perlu dicek sebelum membeli.

Sekilas tentang LS Cable & System

Menurut halaman sejarah di situs perusahaannya, LS Cable & System berdiri pada 1962 dengan nama Korea Cable Industry, lalu dikenal sebagai Goldstar Cable. Pada 2003 grup ini berpisah dari LG Group, dan sejak 2005 memakai nama LS Cable & System di bawah identitas LS Group. Saat ini fokus besarnya ada di kabel bawah laut dan HVDC; perusahaan menyebut sudah memproduksi massal kabel HVDC 525 kV.

Untuk pasar Indonesia, LS Cable & System mencatat selesainya pembangunan anak usaha produksi kabel daya di Indonesia (LSAGI) pada Januari 2022.

Peta kategori produk LS Cable

Di menu Product Information, LS Cable & System membagi produknya seperti berikut. Pembagian ini berguna untuk memahami bahwa “kabel LS” bisa berarti hal yang sangat berbeda: dari kabel transmisi bawah laut sampai kabel LAN di bawah meja kantor.

Peta kategori produk LS Cable: Energy, Telecommunication, Industrial Cables, Materials dan pemakaiannya
Empat kelompok produk LS Cable & System dan contoh tempat pemakaiannya.
KelompokJenis produkUmumnya dipakai di
EnergyExtra-high Voltage Cables, Submarine Cables, Overhead Line, Distribution Cables, Bus DuctUtilitas listrik, gedung, pabrik, pembangkit
TelecommunicationOptical Cables, Structured Cabling System (LS Simple), RF Feeder SystemKantor, data center, jaringan operator, terowongan
Industrial CablesIndustrial Specialty Cables, Industrial Devices Cables, Automobiles Cables, TubesKapal, kereta, PLTB, PLTS, mesin pabrik, otomotif
MaterialsCopper RodBahan baku industri kabel

Kabel energi: dari tegangan rendah sampai bawah laut

Kabel daya dibedakan terutama berdasarkan tingkat tegangannya. Makin tinggi tegangannya, makin tebal isolasinya dan makin khusus cara pemasangan serta pengujiannya.

Distribution Cables (tegangan rendah dan menengah)

Ini kelompok yang paling sering dibutuhkan perusahaan. LS membaginya menjadi kabel LV/MV untuk memasok daya ke kawasan industri dan gedung komersial, kabel kontrol dan instrumentasi untuk sinyal antar peralatan, serta kabel berisolasi untuk instalasi listrik gedung dan peralatan. LS menyebut kabel LV/MV-nya memakai isolasi XLPE dengan ketahanan panas 90°C, dan tersedia varian yang tahan api serta rendah asap untuk gedung tinggi, rumah sakit, bandara, dan stasiun bawah tanah. Kabel kontrol tersedia dengan isolasi PVC atau XLPE dan versi berpelindung (shielded) untuk peralatan presisi yang peka gangguan.

Extra-high Voltage dan Submarine Cables

Kabel tegangan ekstra tinggi dipakai utilitas ketika jaringan transmisi dipindah ke bawah tanah. LS memproduksi kabel berisolasi XLPE, kabel OF (oil-filled, untuk 66 kV hingga 765 kV), dan kabel superkonduktor. Kabel bawah laut tersedia dalam versi AC dan HVDC untuk menghubungkan PLTB lepas pantai ke daratan atau menyambung jaringan antarpulau dan antarnegara. Proyek seperti ini biasanya ditangani langsung oleh pemilik jaringan dan kontraktor EPC.

Overhead Line dan Bus Duct

Overhead Line mencakup konduktor ACSR, konduktor kapasitas tinggi (HCC), dan OPGW, yaitu kawat tanah udara yang sekaligus membawa serat optik. Bus duct adalah alternatif kabel untuk menyalurkan arus besar di dalam gedung atau pabrik, misalnya dari trafo ke panel utama. Seri E bus duct LS dirancang untuk sistem hingga AC 1.000 V dengan arus 630 A sampai 7.500 A, sedangkan seri Mini-way untuk 160 A sampai 800 A.

Tingkat tegangan kabel daya: rendah, menengah, tinggi dan ekstra tinggi, serta kabel bawah laut HVDC
Tingkat tegangan kabel daya dan contoh pemakaiannya.

Sebagai patokan umum, tegangan rendah adalah hingga 1 kV, yaitu instalasi gedung, panel, mesin, dan PDU rak server. Tegangan menengah adalah jaringan distribusi, misalnya 20 kV di jaringan PLN yang masuk ke gardu gedung atau pabrik. Di atasnya ada transmisi tegangan tinggi dan ekstra tinggi milik utilitas.

Kabel telekomunikasi: fiber optik dan LS Simple

Untuk tim IT, kelompok ini yang paling relevan. LS Cable & System membuat serat optik, kabel optik, dan aksesori penyambungannya: kabel optik udara (Figure 8, ADSS), kabel tanam di duct atau tanam langsung, kabel drop FTTH, dan kabel indoor yang flame-retardant dan rendah racun. Serat tersedia dalam single-mode untuk jarak jauh dan multimode untuk jarak pendek.

Structured cabling dipasarkan dengan merek LS Simple. Lini ini mencakup kabel tembaga Cat5e, Cat6, Cat6A, dan Cat7/7A beserta jack, patch panel, dan patch cord; solusi fiber seperti kabel loose tube, FDF, jumper, dan pigtail; serta rak dan sistem jalur kabel untuk data center. Ada juga RF Feeder System, yaitu kabel koaksial dan leaky cable untuk BTS, terowongan, dan area bawah tanah.

Catatan: halaman produk LS Cable di KUM saat ini berfokus pada LS Simple, yaitu kabel LAN, fiber optik, dan perlengkapan data center. Untuk kebutuhan kabel daya, kirimkan spesifikasi proyek ke tim KUM agar ketersediaan dan tipenya bisa dicek terlebih dahulu.

Kabel industri dan kabel khusus

Industrial Specialty Cables dibuat untuk lingkungan berat: kabel fotovoltaik (SOLARSOL) untuk PLTS darat dan laut, kabel kapal, kabel offshore untuk FPSO dan rig, kabel kapal militer, kabel kereta yang halogen-free, dan kabel turbin angin yang tahan puntiran. Industrial Devices Cables mencakup kabel untuk otomasi pabrik, peralatan rumah tangga, perangkat medis, dan sistem kabel bergerak untuk cleanroom. Kelompok ini biasanya dipesan berdasarkan standar industri masing-masing, misalnya standar klasifikasi kapal atau persyaratan operator kereta.

Mana yang dipakai di gedung, pabrik, data center, dan utilitas

Gedung dan kantor

Kabel instalasi LV, kabel tahan api untuk sistem darurat, bus duct untuk riser daya, dan structured cabling LS Simple untuk LAN.

Cocok untuk: gedung perkantoran, rumah sakit, mal

Pabrik

Kabel LV/MV, kabel kontrol dan instrumentasi berpelindung, kabel mesin dan otomasi, serta fiber optik antar gedung.

Cocok untuk: manufaktur, kawasan industri

Data center

Kabel daya LV dan bus duct ke rak, kabel tembaga Cat6A, fiber optik berdensitas tinggi, serta rak dan jalur kabel.

Cocok untuk: ruang server, data center enterprise

Kabel tegangan tinggi, ekstra tinggi, dan bawah laut umumnya hanya relevan bagi utilitas, pengembang pembangkit, dan kontraktor besar. Untuk perencanaan instalasi listrik gedung atau pabrik, lihat layanan kabel listrik KUM, dan untuk ruang server atau data center, lihat Data Center & Network Design. Jalur fiber antar gedung termasuk dalam layanan FO Infrastructure.

Yang perlu dicek sebelum membeli kabel

Merek yang sama bisa punya puluhan tipe kabel. Agar tidak salah pesan, cocokkan data berikut dengan gambar kerja dan perhitungan beban dari konsultan listrik Anda.

Penampang kabel daya: konduktor, isolasi XLPE atau PVC, screen logam, armour, dan selubung luar
Lapisan kabel daya inti tunggal dan hal yang perlu dicek pada tiap lapisan.
  1. Rating tegangan. Pastikan rating kabel sama atau lebih tinggi dari tegangan sistem. Kabel LV tidak boleh dipakai untuk jaringan MV.
  2. Konduktor dan luas penampang. Tembaga atau aluminium, dan ukuran mm² sesuai arus beban, panjang tarikan, dan cara pemasangan.
  3. Jenis isolasi. XLPE tahan suhu kerja lebih tinggi (90°C pada kabel LS) dibanding PVC biasa, sehingga umum dipakai untuk beban besar.
  4. Screen dan armour. Kabel MV memakai screen logam; armour dipilih bila kabel ditanam langsung atau rawan rusak mekanis.
  5. Performa terhadap api. Untuk gedung publik dan jalur evakuasi, pilih kabel yang tahan api atau rendah asap dan bebas halogen (LSZH) sesuai persyaratan proyek.
  6. Standar dan sertifikat. Minta datasheet, standar acuan (misalnya IEC), dan sertifikat yang dipersyaratkan untuk proyek di Indonesia, termasuk SNI bila diwajibkan.

Tips untuk kabel LAN: pilih kategori sesuai kecepatan. Cat6 untuk 1 Gbps, Cat6A untuk 10GBASE-T. Gunakan jack, patch panel, dan patch cord dari sistem yang sama agar performa channel bisa dijamin.

Kesimpulan

LS Cable & System membuat hampir semua jenis kabel: kabel daya dari tegangan rendah sampai HVDC bawah laut, bus duct, fiber optik, structured cabling LS Simple, hingga kabel industri khusus. Untuk perusahaan, yang paling sering dibutuhkan adalah kabel distribusi LV/MV, kabel tahan api, dan kabel jaringan. Mulailah dari kebutuhan (tegangan, beban, lingkungan, aturan api), baru pilih tipe kabelnya.

FAQ

LS Cable berasal dari negara mana?

LS Cable & System berasal dari Korea Selatan dan merupakan bagian dari LS Group. Perusahaan ini berdiri pada 1962 dan memakai nama LS Cable & System sejak 2005.

Apa itu LS Simple?

LS Simple adalah merek structured cabling dari LS Cable & System. Lininya mencakup kabel LAN Cat5e sampai Cat7/7A, fiber optik, patch panel, patch cord, serta rak dan jalur kabel untuk data center.

Apa beda kabel XLPE dan PVC?

Keduanya bahan isolasi. XLPE adalah polietilena yang di-cross-link sehingga lebih tahan panas, umum dipakai pada kabel daya tegangan menengah ke atas dan beban besar. PVC lebih umum pada kabel instalasi tegangan rendah dan kabel kontrol.

Kapan memakai bus duct, bukan kabel?

Bus duct cocok untuk menyalurkan arus besar pada jarak pendek sampai menengah di dalam gedung, misalnya dari trafo ke panel utama atau riser antarlantai. Menurut LS, bus duct memudahkan pemasangan dan perawatan serta menekan rugi energi pada sistem listrik berskala besar.

Apakah LS Cable punya pabrik di Indonesia?

Ya. LS Cable & System mencatat selesainya pembangunan anak usaha produksi kabel daya di Indonesia (LSAGI) pada Januari 2022.

Tertarik dengan LS Cable? PT Kreasi Utama Mandiri adalah partner LS Cable di Indonesia.
Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan informasi produk, konsultasi teknis, dan penawaran harga terbaik.

Butuh solusi IT?

Konsultasikan kebutuhan IT Anda bersama tim KUM

Dapatkan penawaran untuk lisensi software, perangkat hardware, hingga instalasi infrastruktur.