
Media server untuk live streaming WebRTC latensi rendah, RTMP, SRT, dan HLS, dipasang di server sendiri atau cloud.
Butuh penawaran tertulis? Isi formulir permintaan penawaranAnt Media Server adalah software media server untuk live streaming dan video on demand yang dikembangkan oleh Ant Media, Inc. Server ini menerima video dari browser, aplikasi, encoder, kamera IP, atau peralatan produksi, lalu mengirimkannya ke penonton lewat WebRTC dengan latensi sekitar setengah detik, atau lewat LL-HLS, CMAF/DASH, dan HLS untuk penonton dalam jumlah besar. Ant Media Server dipasang di server Anda sendiri, di private cloud, atau diluncurkan dari marketplace AWS, Azure, dan Google Cloud, sehingga data dan konfigurasi tetap di bawah kendali Anda.
Ringkasan
Ant Media Server cocok untuk tim yang ingin membangun layanan video sendiri, misalnya platform webinar, kelas online, siaran acara, pemantauan CCTV lewat browser, atau aplikasi lelang dan game yang butuh tayangan nyaris tanpa jeda. Menurut Ant Media, software ini sudah dipakai lebih dari 2.000 perusahaan di berbagai negara. Pilih topik di bawah atau klik menu tab untuk penjelasan lengkapnya.
Fitur Utama
WebRTC latensi rendah, banyak protokol masuk dan keluar, transcoding, rekaman, dan keamanan stream.
WebRTC · RTMP · SRT · RTSP · LL-HLS · CMAF
Edisi & Lisensi
Community Edition yang gratis dan open source, atau Enterprise Edition dengan fitur lengkap dan dukungan teknis.
Community · Enterprise · Per jam · Bulanan · Tahunan · Perpetual
Skalabilitas & Cluster
Satu server untuk awal, lalu cluster origin dan edge saat jumlah penonton bertambah.
Origin/Edge · Auto scaling · Kubernetes · MongoDB/Redis
SDK & Integrasi
SDK gratis untuk web dan mobile, REST API, dan webhook untuk menghubungkan streaming ke aplikasi Anda.
JavaScript · Android · iOS · Flutter · React Native · Unity
Contoh Penggunaan
Siaran acara, e-learning, CCTV dan kamera IP, telemedis, lelang online, gaming, dan live shopping.
Live event · Webinar · CCTV · Telemedis · Lelang
Kebutuhan Server
Sistem operasi, spesifikasi minimum, port jaringan, SSL, dan pilihan instalasi.
Ubuntu · Rocky/Alma Linux 9 · Docker · AWS · Azure · GCP
Mengapa Ant Media Server?
- Latensi sangat rendah – WebRTC di Enterprise Edition menurut dokumentasi Ant Media mencapai latensi end-to-end sekitar 0,5 detik, sehingga penonton bisa langsung bereaksi pada apa yang mereka lihat.
- Satu server, banyak protokol – stream yang sama dapat diputar lewat WebRTC, LL-HLS, CMAF/DASH, dan HLS sekaligus, sesuai perangkat dan jaringan penonton.
- Dijalankan sendiri – bukan layanan SaaS; Anda memasangnya di server on-premise, jaringan tertutup (air-gapped), atau akun cloud Anda sendiri.
- Lisensi tanpa batas penonton – lisensi Enterprise dihitung per instance server dan tidak membatasi jumlah koneksi; kapasitas ditentukan oleh server dan arsitektur yang Anda pakai.
Diskusikan rencana streaming Anda dengan tim kami, mulai dari jumlah penonton, sumber video, hingga pilihan lisensi.
Fitur Utama
Gambaran singkat perjalanan sebuah stream di Ant Media Server: video masuk dari berbagai sumber, diproses di server, lalu dikirim ke penonton dengan protokol yang paling cocok.
Streaming WebRTC latensi rendah
- Pemutaran WebRTC langsung di browser tanpa plugin, dengan latensi sekitar 0,5 detik menurut dokumentasi Ant Media (Enterprise Edition).
- Publish WebRTC dari browser atau aplikasi tersedia di kedua edisi; pemutaran WebRTC, ruang konferensi, dan data channel memerlukan Enterprise Edition.
- Mendukung WHIP untuk publish dari klien WebRTC pihak ketiga, termasuk OBS versi 30 ke atas (Enterprise Edition).
Cocok untuk: lelang online, kuis interaktif, telemedis, dan siaran dengan penonton yang ikut berinteraksi.
Protokol masuk dan keluar
- Masuk (ingest): WebRTC, WHIP, RTMP/RTMPS dan Enhanced RTMP, SRT, NDI, serta MoQ (Media over QUIC) yang masih berupa early access.
- Tarik dari sumber lain: RTSP, RTMP, HLS, SRT, UDP, dan FLV, misalnya dari kamera IP atau siaran yang sudah ada.
- Keluar ke penonton: WebRTC, LL-HLS (plugin berbayar), CMAF/LL-DASH, dan HLS.
- Restream: meneruskan stream lewat RTMP ke media sosial atau ke tujuan lain, serta playlist untuk menayangkan video rekaman seperti siaran langsung.
- Codec video: H.264, H.265, VP8, dan AV1 (VP8, H.265, dan AV1 di Enterprise Edition).
Transcoding dan adaptive bitrate
Enterprise Edition dapat mengubah satu stream menjadi beberapa resolusi dan bitrate (adaptive bitrate), sehingga penonton dengan koneksi lambat tetap mendapat gambar yang lancar. Proses encoding dapat dipercepat dengan GPU Nvidia.
Rekaman dan video on demand
- Rekam siaran ke MP4, WebM, atau HLS; Community Edition merekam ke HLS dan MP4.
- Rekaman berkala (potongan klip) dan penyimpanan ke cloud storage seperti Amazon S3.
- File rekaman atau video yang diunggah dapat diputar kembali sebagai VoD.
Keamanan stream
Akses publish dan play dapat dibatasi dengan token sekali pakai, token JWT dengan masa berlaku, TOTP, token berbasis hash, filter IP untuk publisher RTMP, pengaturan CORS, otorisasi lewat webhook ke sistem Anda, dan integrasi Keycloak. Fitur keamanan stream ini tersedia di Enterprise Edition.
Kamera IP dan plugin
- Tambah kamera IP lewat panel web dengan URL ONVIF (termasuk auto discover di jaringan yang sama dan kontrol PTZ) atau langsung dengan URL RTSP, lalu tonton di browser.
- Plugin tambahan di Ant Media Marketplace, misalnya LL-HLS, DRM, dan subtitle otomatis, serta Python AI Plugin untuk memasang model AI sendiri pada live stream.
| Cara putar | Perkiraan latensi* | Kapan dipakai |
|---|---|---|
| WebRTC | sekitar 0,5 detik | Interaksi real-time: lelang, game, kontrol jarak jauh (Enterprise Edition) |
| LL-HLS | sekitar 2–5 detik | Butuh latensi rendah tetapi tetap memakai player HLS (plugin berbayar) |
| CMAF (DASH) | sekitar 3–5 detik | Player atau CDN yang berbasis MPEG-DASH |
| HLS | sekitar 8–12 detik | Jangkauan terluas, diputar di hampir semua perangkat (kedua edisi) |
*Angka dari dokumentasi Ant Media; latensi nyata bergantung pada jaringan, encoder, dan pengaturan server.
Edisi & Lisensi
Ant Media Server tersedia dalam dua edisi. Community Edition gratis dan open source (lisensi Apache), cocok untuk pengembangan dan alur kerja RTMP/HLS. Enterprise Edition berbayar dan diperlukan untuk pemutaran WebRTC, cluster, transcoding adaptive bitrate, encoding GPU, keamanan stream, dan dukungan teknis.
| Fitur | Community Edition | Enterprise Edition |
|---|---|---|
| Latensi end-to-end | 8–12 detik | sekitar 0,5 detik |
| WebRTC | Publish saja (tanpa pemutaran) | Publish dan pemutaran penuh |
| Ingest RTMP | Ya | Ya |
| Ingest SRT, NDI, WHIP | Tidak | Ya |
| Tarik stream dari sumber lain | RTMP, UDP, MP4, HLS, RTSP | RTMP, UDP, MP4, HLS, RTSP, SRT |
| Kamera IP | Ya | Ya |
| Adaptive bitrate (transcoding) | Tidak | Ya |
| Encoding GPU Nvidia | Tidak | Ya |
| Cluster dan Kubernetes | Tidak | Ya |
| Keamanan stream | Tidak | Ya |
| LL-DASH (CMAF) | Tidak | Ya |
| LL-HLS | Tidak | Ya (plugin berbayar) |
| Rekaman | HLS dan MP4 | MP4, WebM, HLS |
| Restream RTMP ke media sosial | Ya | Ya |
| Panel web manajemen | Ya | Ya |
| Dukungan | Komunitas | Email dan Slack |
Pilihan lisensi Enterprise Edition (self-hosted)
- Per jam – dibayar sesuai lama server menyala, cocok untuk acara atau beban yang naik turun.
- Bulanan – untuk layanan streaming yang selalu aktif.
- Tahunan – langganan setahun untuk pemakaian jangka panjang.
- Perpetual – dibeli sekali dan dipakai tanpa batas waktu, termasuk dukungan standar setahun; setelah itu pembaruan software dan dukungan diperpanjang per tahun. Lisensi ini juga mendukung pemakaian offline.
Semua lisensi Enterprise mencakup transcoding, SDK, dukungan standar, dan pembaruan software selama masa berlaku, tanpa batas koneksi masuk maupun keluar.
Lewat marketplace cloud
Ant Media Server Enterprise juga tersedia sebagai image siap pakai di marketplace AWS, Azure, dan Google Cloud. Biaya lisensinya ditagih oleh penyedia cloud, biasanya per jam bersama biaya instance, dan biaya infrastruktur (compute, storage, bandwidth) ditagihkan terpisah oleh penyedia cloud. Server tetap berjalan di akun cloud Anda dan dikelola oleh tim Anda.
Yang perlu diketahui
- Lisensi Enterprise berlaku per instance: tiga server berarti tiga lisensi, dan pada Kubernetes setiap pod Ant Media Server memerlukan lisensi.
- Server Enterprise memeriksa lisensinya secara berkala ke License Manager Ant Media lewat internet. Untuk jaringan tertutup tanpa internet tersedia lisensi offline yang terikat ke alamat MAC server.
- Ant Media menyediakan lisensi Enterprise gratis untuk institusi pendidikan, proyek akademik, dan komunitas teknologi yang mengajukan dari alamat email institusinya.
- Uji coba gratis tersedia untuk versi self-hosted dan di marketplace cloud.
Ketentuan lisensi dan fitur per edisi dapat berubah sewaktu-waktu. Tim kami akan memastikan jenis lisensi, jumlah instance, dan detail terbaru saat menyiapkan penawaran.
Skalabilitas & Cluster
Untuk pengembangan dan siaran kecil, satu server Ant Media Server sudah cukup. Saat jumlah publisher atau penonton melebihi kemampuan satu server, atau layanan tidak boleh berhenti, Enterprise Edition dapat dijalankan sebagai cluster. Community Edition tidak mendukung mode cluster.
Cara kerja cluster
- Origin group menerima stream yang dipublish dan menjalankan transcoding; GPU dianjurkan bila adaptive bitrate diaktifkan.
- Edge group mengambil stream dari origin dan melayani penonton, tanpa ingest atau transcoding.
- Database MongoDB atau Redis menyimpan data stream, termasuk node origin yang memegang setiap stream.
- Load balancer di depan cluster mengirim permintaan publish ke origin dan permintaan play ke edge: Nginx atau HAProxy di on-premise, atau load balancer bawaan AWS, Azure, dan Google Cloud.
- Antar node memakai port TCP 5000 di jaringan internal; port ini tidak boleh dibuka ke internet.
Pilihan deployment cluster
- Self-managed cluster di server on-premise atau bare metal, dengan Nginx atau HAProxy.
- Kubernetes dengan Helm, termasuk layanan Kubernetes terkelola seperti EKS, AKS, dan GKE.
- Template dan installer cloud: CloudFormation atau Auto Managed di AWS, ARM Template di Azure, dan cluster di Google Cloud.
- Docker Swarm untuk lingkungan yang sudah berbasis container.
Tips: mulai dari satu server, pantau CPU, bandwidth, dan jumlah stream, lalu pindah ke cluster saat angkanya menunjukkan kebutuhan.
Lisensi di cluster
Setiap instance origin dan edge membutuhkan lisensi Enterprise; contohnya 2 origin dan 3 edge berarti 5 instance. Lisensi cluster memungkinkan satu key dipakai di semua node sehingga cocok untuk auto scaling, tetapi tetap mencakup seluruh instance yang berjalan. Server database atau load balancer yang tidak menjalankan Ant Media Server tidak memerlukan lisensi Ant Media.
SDK & Integrasi
SDK klien menghubungkan aplikasi Anda ke Ant Media Server lewat WebSocket: mengatur signaling WebRTC, mengambil gambar dari kamera, layar, atau mikrofon, memutar stream, membuat ruang konferensi, dan mengirim pesan lewat data channel.
| SDK | Biaya | Cocok untuk |
|---|---|---|
| JavaScript | Gratis (npm) | Aplikasi web, player yang ditanam di halaman, prototipe cepat |
| Android | Gratis (GitHub) | Aplikasi Android native |
| iOS | Gratis (GitHub) | Aplikasi iOS native, broadcast layar |
| Flutter | Gratis (GitHub) | Aplikasi lintas platform dari satu kode |
| React Native | Gratis (GitHub) | Aplikasi lintas platform berbasis React |
| Unity | Gratis (GitHub) | Game dan aplikasi 3D interaktif |
| Embedded SDK (C++) | Gratis untuk P2P, komersial untuk publish ke server | Kamera IP dan perangkat Linux ARM/x86 (Enterprise Edition) |
REST API dan webhook
Untuk mengendalikan server dari aplikasi Anda, misalnya membuat siaran, menambah sumber stream, melihat daftar stream, atau mengelola rekaman, gunakan REST API. Webhook memberi tahu sistem Anda saat ada kejadian di server, dan juga dapat dipakai untuk mengizinkan atau menolak publish dan play.
Yang perlu diperhatikan
- Di Community Edition, SDK hanya dapat dipakai untuk publish WebRTC; pemutaran WebRTC, konferensi, dan data channel memerlukan Enterprise Edition.
- SDK web dan mobile bersifat open source dan dilengkapi contoh aplikasi; jalankan contohnya terhadap server Anda sebelum memindahkan pola integrasinya ke proyek.
- Fitur server seperti rekaman, adaptive bitrate, restream, dan token keamanan berlaku sama untuk stream dari SDK maupun dari RTMP.
Contoh Penggunaan
Beberapa skenario yang umum dibangun di atas Ant Media Server. Pilihan protokol dan edisi menyesuaikan kebutuhan latensi dan jumlah penonton.
Siaran acara langsung
Seminar, konser, ibadah, peluncuran produk, atau pertandingan olahraga yang dikirim dari OBS atau encoder lewat RTMP atau SRT, lalu ditonton di website sendiri dengan HLS atau WebRTC dan diteruskan ke media sosial dengan restream RTMP. Rekaman otomatis dapat dipakai lagi sebagai video on demand.
Webinar dan e-learning
Kelas virtual dan pelatihan jarak jauh dengan video dua arah, berbagi layar, dan ruang konferensi untuk banyak peserta. Penyelenggara dapat memasang layanan di server sendiri sehingga data peserta dan rekaman kelas tidak keluar dari infrastrukturnya.
CCTV dan restream kamera IP
Kamera IP yang mendukung ONVIF atau menyediakan URL RTSP, misalnya dari Hikvision, Dahua, Axis, atau Mobotix, ditarik oleh server lalu ditampilkan di browser lewat WebRTC tanpa plugin. Cocok untuk ruang kontrol, pemantauan gedung dan pabrik, lalu lintas, atau armada kendaraan, lengkap dengan rekaman.
Telemedis
Konsultasi video antara dokter dan pasien di aplikasi milik rumah sakit atau klinik sendiri, dengan akses stream yang dibatasi token dan server yang dapat ditempatkan di infrastruktur internal.
Lelang online
Pada lelang langsung setiap detik menentukan. WebRTC menjaga tayangan juru lelang dan penawaran peserta tetap sinkron; Ant Media menyebut latensi sekitar 0,5 detik untuk skenario ini.
Gaming, e-sports, dan live shopping
Siaran gameplay atau layar dengan latensi rendah lewat WebRTC, serta siaran jualan langsung tempat penonton bisa bertanya dan membeli selagi acara berlangsung.
Punya skenario lain? Ceritakan kebutuhannya kepada tim kami.
Kebutuhan Server & Deployment
Ant Media Server berjalan di Linux dan dapat dipasang di server fisik, mesin virtual (misalnya di Proxmox VE), atau cloud.
Spesifikasi dasar
- Sistem operasi: Ubuntu 20.04, 22.04, atau 24.04, CentOS 9, Rocky Linux 9, atau AlmaLinux 9, pada arsitektur x86-64 maupun Arm64.
- Perangkat keras minimum untuk satu instance: 4 vCPU (compute-optimized) dan RAM 8 GB; SSD dianjurkan.
- Akses root atau sudo, dan key lisensi bila memasang Enterprise Edition.
- Kebutuhan sebenarnya bergantung pada jumlah stream, resolusi, transcoding, dan penonton; Ant Media menyediakan panduan load testing untuk mengukurnya.
Pilihan instalasi
- Instalasi native di Linux dengan skrip instalasi; pilihan yang dianjurkan untuk produksi.
- Docker atau Docker Compose untuk uji coba cepat dan lingkungan berbasis container.
- Image marketplace AWS, Azure, dan Google Cloud yang sudah terpasang.
- WSL di Windows hanya untuk pengembangan dan pengujian, tidak untuk produksi.
| Port | Protokol | Fungsi |
|---|---|---|
| 80 | TCP | Penerbitan sertifikat SSL |
| 5080 | TCP | HTTP dan panel web |
| 5443 | TCP | HTTPS dan panel web |
| 1935 | TCP | RTMP |
| 4200 | UDP | SRT |
| 50000–60000 | UDP | Media WebRTC (rentang bawaan) |
| 5000 | TCP | Komunikasi antar node cluster, hanya jaringan internal |
SSL wajib untuk WebRTC
Browser hanya mengizinkan akses kamera, mikrofon, dan WebSocket aman lewat HTTPS. SSL dapat diaktifkan dari panel web dengan domain sendiri, subdomain gratis antmedia.cloud, atau sertifikat yang Anda impor; server sebaiknya memakai alamat IP statis. Untuk domain perusahaan, lihat juga layanan Sertifikat SSL kami.
Cara Memilih
- Tentukan latensi yang dibutuhkan. Bila penonton harus bereaksi seketika (lelang, kuis, telemedis, kontrol jarak jauh), pilih WebRTC di Enterprise Edition. Bila jeda beberapa detik tidak masalah, HLS atau LL-HLS sudah cukup.
- Petakan sumber video. Browser dan aplikasi mobile memakai WebRTC atau WHIP, encoder dan OBS memakai RTMP atau SRT, kamera IP ditarik lewat RTSP atau ONVIF.
- Perkirakan jumlah penonton dan stream. Hitung penonton bersamaan, jumlah siaran, dan resolusi. Ini menentukan apakah satu server cukup atau perlu cluster origin dan edge.
- Pilih edisi. Community Edition untuk belajar, uji coba, dan alur RTMP/HLS sederhana; Enterprise Edition untuk WebRTC playback, adaptive bitrate, cluster, keamanan stream, dan dukungan teknis.
- Pilih tempat menjalankan server. On-premise atau private cloud untuk kendali penuh dan jaringan tertutup, atau marketplace AWS, Azure, Google Cloud untuk peluncuran cepat dengan tagihan lewat cloud.
- Pilih model lisensi. Per jam untuk acara sesekali, bulanan atau tahunan untuk layanan yang selalu aktif, perpetual untuk pemakaian jangka panjang atau lingkungan offline.
- Uji dulu. Manfaatkan uji coba gratis dan contoh aplikasi bawaan untuk mencoba publish dan play dengan jaringan serta perangkat Anda sendiri.
Diskusikan kebutuhan Ant Media Server Anda dengan tim kami untuk menentukan edisi, jumlah instance, dan arsitektur yang sesuai.
FAQ
Apa itu Ant Media Server?
Ant Media Server adalah software media server untuk live streaming dan video on demand buatan Ant Media, Inc. Server ini menerima video dari browser, aplikasi, encoder, atau kamera IP, lalu mengirimkannya ke penonton lewat WebRTC, LL-HLS, CMAF/DASH, atau HLS. Ant Media Server bukan layanan SaaS: Anda memasang dan mengoperasikannya sendiri di server on-premise atau cloud.
Apakah Ant Media Server gratis?
Community Edition gratis dan open source dengan lisensi Apache, dapat diunduh dari GitHub. Fiturnya terbatas: WebRTC hanya untuk publish, tanpa cluster, tanpa adaptive bitrate, dan latensi pemutarannya sekitar 8–12 detik lewat HLS. Enterprise Edition berbayar dan membuka semua fitur, termasuk pemutaran WebRTC dengan latensi sekitar 0,5 detik.
Berapa latensi Ant Media Server?
Menurut dokumentasi Ant Media, WebRTC di Enterprise Edition mencapai sekitar 0,5 detik end-to-end, LL-HLS sekitar 2–5 detik, CMAF/DASH sekitar 3–5 detik, dan HLS sekitar 8–12 detik. Di halaman produknya Ant Media juga menyebut angka sekitar 300 ms untuk WebRTC. Hasil nyata bergantung pada jaringan, encoder, dan pengaturan server.
Bagaimana lisensi Enterprise dihitung?
Per instance server. Satu lisensi untuk satu server yang berjalan, dan di cluster setiap node origin maupun edge dihitung. Lisensi tidak membatasi jumlah penonton atau publisher; kapasitas ditentukan oleh spesifikasi server dan arsitektur. Pilihan lisensinya per jam, bulanan, tahunan, atau perpetual.
Apakah Ant Media Server bisa dipakai tanpa internet?
Bisa, dengan lisensi offline. Lisensi Enterprise biasa memeriksa keabsahannya secara berkala ke server lisensi Ant Media lewat internet. Untuk jaringan tertutup (air-gapped) tersedia lisensi offline yang terikat ke alamat MAC server.
Apakah bisa menampilkan CCTV di browser?
Bisa. Kamera IP ditambahkan lewat URL ONVIF atau RTSP di panel web, lalu ditonton di browser. Pemutaran WebRTC dengan latensi rendah memerlukan Enterprise Edition; Community Edition dapat memutar ulang kamera lewat HLS dengan jeda beberapa detik. Kontrol PTZ lewat API hanya tersedia untuk kamera yang ditambahkan dengan ONVIF.
Bagaimana membeli lisensi Ant Media Server di Indonesia?
PT Kreasi Utama Mandiri (KUM) adalah partner Ant Media di Indonesia. Tim kami dapat membantu memilih edisi dan model lisensi, menghitung jumlah instance untuk server tunggal atau cluster, dan menyiapkan penawaran. Sampaikan kebutuhan streaming Anda melalui halaman Hubungi Kami.
Mencari distributor Ant Media di Indonesia?
PT Kreasi Utama Mandiri (KUM) adalah partner Ant Media di Indonesia yang memasok produk original dan bergaransi resmi.
- Penawaran tertulis: kirim kebutuhan Anda, tim KUM menyiapkan penawaran dan konsultasi teknis sebelum membeli.
- Garansi dan dukungan: tim KUM membantu proses klaim garansi setelah pembelian.
Minta Penawaran Tertulis
Isi formulir ini dan tim sales kami akan mengirimkan penawaran untuk Ant Media ke email Anda.
Lini produk Ant Media
Artikel terkait Ant Media
Apa Itu Ant Media Server? Streaming WebRTC Latensi Rendah
Kenali Ant Media Server: cara kerja streaming WebRTC latensi rendah vs HLS dan RTMP, beda Community dan Enterprise, deployment, dan persiapan membeli.


